
Seharusnya kita bangga jika sistem operasi terbuka Android membantu terwujudnya “ponsel Indonesia” yang benar-benar diimplementasikan oleh anak bangsa. PT Konten Indomedia Pratama yang membawahi merk IMO meluncurkan ponsel berbasis Android 1.5 berlisensi Open Handset Distribution (OHD) yang disebut IMO G900. Dengan bentuk fisik mirip BlackBerry Storm, IMO G900 tentunya bertujuan menawarkan ponsel pintar lokal dengan harga “terjangkau” sekaligus memperkenalkan Android di Indonesia. G900 dibanderol seharga IDR 2.250.000.
IMO tentunya tidak main-main menyasar pasar ini. Selanjutnya IMO berkeinginan untuk meluncurkan ponsel berbasis Android 2.0 terbaru. Sebagai informasi, baru Motorola DROID yang saat ini menggunakan versi 2.0 dan dilengkapi dengan Google Maps bernavigasi. Selain itu, bekerja sama dengan provider IM2 (dengan fitur pembayaran i-pay), IMO akan meluncurkan IMO Store untuk menyediakan aplikasi bagi ponselnya karena lisensi OHD tidak membolehkan pengaksesan Android Market melalui Google Mobile Services (GMS).
Sesungguhnya cukup sedikit informasi yang kami peroleh tentang IMO G900 ini. Hanya liputan dari media mainstream seperti Kompas-lah sumber informasinya. Bahkan di situs resminya, belum ada kolom khusus untuk G900. Berdasarkan informasi dari Kompas, spesifikasi yang diusung G900 adalah sebagai berikut:
- layar sentuh 2.8 inci
- prosesor Samsung S3C2448 400 MHz
- 128 MB ROM dan 128 MB RAM
- memori eksternal microSD hingga 2GB
- kamera QVGA CMOS 2 megapiksel
- WiFi
- Bluetooth
- Baterai Li-ion 1200 mAh, waktu standby 300 jam, dan waktu bicara 4 jam
Sayang sekali sampai saat ini belum ada gambar-gambar lebih lanjut ataupun review tentang kehandalan IMO G900 dan Android-nya. Oh ya, seharusnya pengguna ponsel ini sudah bisa mencobai fring (dengan metode WAP) untuk panggilan menggunakan VoIP. Silakan baca informasinya lebih lanjut di sini.






[...] Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia [...]